RUQYAH ruqyah RUQYAH ruqyah RUQYAH ruqyah RUQYAH ruqyah RUQYAH ruqyah RUQYAH ruqyah RUQYAH ruqyah

Rabu, 23 Maret 2011

TERAPI RUQYAH


ASSALAMU’ALAIKUM WA RAHMATULLAHI WA BAROKATUH
SEHAT DARI RUMAH ANDA SENDIRI …
KINI HADIR PENGOBATAN TRADISIONAL…
TRAPI BEKAM, TERAPI LINTAH  REFLEXI, AKUPRESUR, TOTOK AURA/WAJAH TRAPI CERAGEM,  PIJAT BALITA, ANAK DAN MANULA TERAPI TELINGA, PIJAT KESELEO/TERKILIR,PIJAT RELAKSASI, BUKA AURA, RUQYAH DAN KONSULTASI SPIRITUAL
KAMI HADIR MELAYANI ANDA BAGI YANG MENGIDAP:
Rhematik, Pegal linu, Nyeri sendi, Sakit kepala, Migrain,  Pusing Menahun, Darah tinggi, Jantung, Ginjal, Liver, Stroke, Jerawat, Lambung, Sakit gigi, stress,Impoten/Lemah syahwat, Sulit punya keturunan, Sembelit, Diabetes, Narkoba, Sakit mata, Insomnia/Susah tidur, Meningkatkan daya ingat, dll…
BAPAK SYARIFUDIN ON 0856-37058277 /.02198521896-.96923413
JL.CIPUTAT RAYA. H.GODEN UJUNG RT08/011 #23B. PD.PINANG JAKSEL
BERSEDIA DIPANGGIL KERUMAH ANDA UNTUK MEMBANTU MERINGANKAN/MENGHILANGKAN
KELUHAN ANDA

terapist
Layanan Terapi Ruqyah
Terapi Ruqyah Syar'iyah
Saudariku yang dirahmati Allah, saat ini, sering kali kita mendengar terapi pengobatan ruqyah  namun pengertian yang terlintas dibenak kita adalah terapi untuk mengusir gangguan jin. Hal ini adalah pendapat keliru dan  salah kaprah dikalangan masyarakat saat ini. Padahal, ruqyah yang sesuai syar’i adalah sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang disyari’atkan untuk dilakukan bagi setiap muslim pertama kali saat dirinya merasa sakit, baik sakit fisik maupun karena gangguan jin.

Apa itu Ruqyah ?
Ruqyah (dengan huruf ra’ di dhammah) adalah yaitu bacaan untuk pengobatan syar’i (berdasarkan riwayat yang shahih atau sesuai ketentuan ketentuan yang telah disepakati oleh para ulama) untuk melindungi diri dan untuk mengobati orang sakit. Bacaan ruqyah berupa ayat ayat al-Qur’an dan doa doa yang telah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Tidak diragukan lagi, bahwa penyembuhan dengan Al-Qur’an dan dengan apa yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berupa ruqyah merupakan penyembuhan yang bermanfaat sekaligus penawar yang sempurna bagi penyakit hati dan fisik dan bagi penyakit dunia dan akhirat. Bagaimana mungkin penyakit itu mampu melawan firman-firman Rabb bumi dan langit yang jika firman-firman itu turun ke gunung makai ia akan memporakporandakan gunung gunung. Oleh karena itu tidak ada satu penyakit hati maupun penyakit fisik melainkan ada penyembuhnya.
Allah berfirman, “Katakanlah, ‘AlQur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang orang yang beriman.’” (Qs. Fushilat: 44)
Dan di surah Al Isra’ 82, “Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang orang yang beriman.”
Dan di surat Yunus ayat 57, “Hai sekalian manusia, sesungguhnya telah datang kepada kalian pelajaran dari Rabb kalian, dan penyembuh bagi penyakit penyakit  (yang berada) didalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Qs. Yunus: 57)
Pada masa jahiliyah, telah dikenal pengobatan ruqyah. Namun ruqyah kala itu banyak mengandung kesyirikan. Misalnya menyandarkan diri kepada sesuatu selain Allah, percaya kepada jin, meyakini kesembuhan dari benda benda tertentu, dan lainnya. Setelah Islam datang, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang ruqyah kecuali yang tidak mengandung kesyirikan,
‘Auf bin Malik radhiallahu ‘anhu berkata, “Dahulu kami meruqyah di masa jahiliyyah. Lalu kami bertanya, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang hal itu?’
Beliau menjawab, ‘Tunjukkan kepadaku ruqyah-ruqyah kalian. Ruqyah-ruqyah itu tidak mengapa selama tidak mengandung syirik’.” (HR. Muslim no. 2200)
Al-Qurthubi rahimahullahu berkata, “Hadits menunjukkan bahwa hukum asal seluruh ruqyah adalah dilarang, sebagaimana yang tampak dari ucapannya: ‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari segala ruqyah.’ Larangan terhadap segala ruqyah itu berlaku secara mutlak. Karena di masa jahiliyyah mereka meruqyah dengan ruqyah-ruqyah yang syirik dan tidak bisa dipahami maknanya. Mereka meyakini bahwa ruqyah-ruqyah itu berpengaruh dengan sendirinya. Ketika mereka masuk Islam dan hilang dari diri mereka yang demikian itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang mereka dari ruqyah secara umum agar lebih mantap larangannya dan lebih menutup jalan (menuju syirik). Selanjutnya ketika mereka bertanya dan mengabarkan kepada beliau bahwa mereka mendapat manfaat dengan ruqyah-ruqyah itu, beliau memberi keringanan sebagiannya bagi mereka. Beliau bersabda, ‘Perlihatkan kepadaku ruqyah-ruqyah kalian. Tidak mengapa menggunakan ruqyah-ruqyah selama tidak mengandung syirik’.
Mencegah Lebih Baik dari Mengobati
Saudariku, sesungguhnya syari’at Islam telah sempurna sehingga tidak ada hal melainkan sudah ada keterangannya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Karena itu, Allah telah mengabarkan apa apa yang baik bagi seorang hamba dan apa apa yang mesti ditinggalkan dengan segala hikmah yang kita ketahui maupun yang tidak kita ketahui.
Diantara apa yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yaitu berdzikir mengingat Allah dalam setiap keadaan, dzikir pagi dan petang hari, ketika hendak tidur,  ketika masuk dan keluar rumah, saat memakai baju, dan lainnya hingga tidur lagi. Jika kita selalu menjaga dzikir dzikir ini pada waktunya, niscaya ia akan mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat, mencegah segala keburukan, mendatangkan berbagai manfaat dan menolak datangnya bahaya.
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Jika Allah akan memberi kunci kepada seorang hamba, berarti Alah akan membukakan (pintu kebaikan) kepadanya dan jika seseorang disesatkan Allah, berarti ia akan tetap  berada di muka pintu tersebut.” Bila seseorang tidak dibukakan hatinya untuk berdoa dan berdzikir, maka hatinya selalu bimbang, perasaannya gundah gulana, pikiran kalut, gelisah hasrat dan keinginannya menjadi lemah. Namun bila seorang hamba selalu berdoa dan berdzikir memohon perlindungan kepada Allah dari berbagai keburukan, niscaya hatinya menjadi tenang karena ingat kepada Allah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (Qs. Ar Ra’d: 28)
Doa dan dzikir yang dilaksanakan seharusnya adalah doa dan dzikir yang ada tuntunannya dari Rasulullah. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Dzikir yang paling baik dan paling bermanfaat adalah doa dan dzikir yang diyakini dengan hati, diucapkan dengan lisan, dilaksanakan dengan konsisten dari doa dan dzikir yang dicontohkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam serta orang yang melakukannya memahami makna dan maksud yang terkandung didalamnya.”
Seorang muslim seharusnya menjaga diri semaksimal mungkin dengan hal hal yang telah disyari’atkan Allah Ta’ala yaitu menjaga AllahTa’ala dengan benar benar mengikhlaskan diri dalam mentauhidkan-Nya, senantiasa bertaqwa, senantiasa berpegang teguh kepada sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, menjauhi bid’ah dan menyelisihi pada pengikut hawa nafsu.

Agar ruqyah berhasil dengan baik, persiapan yang mesti anda lakukan adalah:

1. Anda harus betul-betul bertaubat kepada Allah dari segala ilmu-ilmu sihir (reiki, bioenergi, ilmu-ilmu hikmah, tenaga dalam maupun ilmu-ilmu sihir kesaktian), segala yang berbau kesyirikan (percaya kepada ilmu-ilmu kebathinan, mempercayai benda-benda keramat sebagai penyimpan kekuatan ghoib. Melakukan bentuk pengabdian kepada selain Allah, menggunakan jimat dan lain sebagainya), bid’ah (melakukan ibadah yang tidak ada ajarannya dalam islam, atau meninggalkan kewajiban islam dengan sengaja), khurafat (mempercayai ramalan nasip, mempercayai ruh orang mati bergentayangan, menghubung-hubungkan peristiwa alam dengan nasib dan lain sebagainya), nafsu syaithan (maksiat kemaluan, dosa lisan, nafsu kekuasaan, merampas hak-hak orang lain, kebiasaan hura-hura, menghambur-hamburkan harta, menyia-nyiakan waktu, menelantarkan hak-hak orang lain dan lain sebagainya) dan senantiasa memohon pertolongan dari-Nya.

2. Menyingkirkan patung-patung atau gambar-gambar makhluk hidup dan tidak memelihara anjing dirumah yang dapat menghalangi malaikat untuk datang.

3. Anda berwudhu dengan sebaik-baiknya kemudian shalatlah dua raka’at ba’da wudhu, dan berdo’alah untuk memohon petunjuk dan kemudahan dalam segala urusan kita.

4. Berlindunglah pada Allah dari kejahatan syaitan, memohon pertolongan pada Allah agar diberi kemudahan dalam melakukan terapi ruqyah, serta memohon bimbingan-Nya agar tidak terjebak dalam tipu daya syaitan yang licik.

5. Kalau saat itu proses ruqyah belum tuntas atau belum membuahkan hasil yang sempurna maka jangan bosan untuk mengulanginya.

6. Apabila pengobatannya berhasil, maka bersyukurlah kepada Allah dan perbanyaklah dzikir memuji kebesaran-Nya.

7. Ada baiknya anda selalu membaca doa-doa perlindungan dan mendekatkan diri pada Allah.

Setelah anda mempersiapkan diri sebaik-baiknya sebelum ruqyah mandiri perbanyaklah membaca Istighfar. Duduk atau tidurlah dengan posisi tubuh yang nyaman, punggung diluruskan, mata dipejamkan. Pilihlah lokasi yang mempunyai lokasi yang tidak bising dan nyaman. Dengarkan dengan serius dengan hati yang mantab dengan niat ibadah, dengarkan secara khusyuk lantunan ayat-ayat Ruqyah, teruslah mendengarkan sampai akhir.


JIKA DICURIGAI DIRI ANDA DIPENGARUHI/DIRASUKI OLEH SYETAN HINGGA PRILAKU ANDA SELALU MENJURUS PADA PRILAKU YANG TIDAK SESUAI TUNTUNAN AGAMA. MAKA ANDA HARUS BERNIAT MEMBERSIHKAN DIRI ANDA DARI UNSUR SYAITAN DALAM DIRI ANDA DAN WASPADAI REAKSI YANG DAPAT TERJADI KETIKA RUQYAH BERLANGSUNG :

Reaksi Terapi Ruqyah ada dua macam yaitu reaksi yang keras dan lembut.

Berikut ini adalah reaksi yang keras:

1. Adanya keinginan yang kuat mematikan atau mau pergi dari tempat kita mendengarkan bacaan Ruqyah secara kuat dan tiba-tiba.
2. Adanya sesak atau sakit pada dada yang tiba-tiba muncul atau semakin kuat sakit atau sesak pada dada yang telah dirasakan sebelumnya.
3. Timbulnya sakit pada anggota bagian tubuh tertentu secara berpindah-pindah atau tiba-tiba.
4. Tubuh kita terutama pada tangan dan kaki menggigil atau bergetar,atau melakukan gerakan-gerakan yang aneh.
5. Menangis secara tiba-tiba.
6. Mulut kita bergerak, berbicara atau sendiri.
7. Nafas tersengal-sengal.
8. Mual atau muntah.
9. Badan terasa panas dan tanpa dapat dikontrol (jin atau syetan melalui mulut kita) berucap kepanasan atau kesakitan..

Berikut ini reaksi terapi Ruqyah yang lembut yang harus kita benar-benar rasakan pada tubuh kita reaksi atau sensasi yang ada:

1. Rasa kantuk yang muncul tiba-tiba.
2. Bulu kuduk merinding dengan rasa takut yang muncul secara tiba-tiba.
3. Pada tangan atau bagian tubuh lain terasa panas, dingin, merasa ada yang mengalir dalam salah satu bagian tubuh atau seperti terkena setrum listrik.
4. Rasa kesemutan atau kedutan pada tangan, kaki atau bagian tubuh lain.
5. Merasa ada yang berjalan atau bergerak pada bagian dalam tubuh atau pada aliran darah.
6. Telinga berdengung.
7. Mendengar suara-suara aneh atau ucapan-ucapan yang begitu halus yang menyatakan ketidak setujuan karena telah mendengarkan ayat-ayat ruqyah.
8. Melihat sesuatu yang menakutkan, atau melihat sesuatu yang keluar dari tubuhnya.
9. Merasa tubuh melayang-layang atau ringan.
10. Merasakan perasaan yang sangat tenang dan nyaman, dada terasa ringan (sebagai efek positif dari semakin bersihnya hati dan jiwa kita dari unsur-unsur kotoran bathin pada saat terapi Ruqyah Mandiri).


Khusus bagi para praktisi Reiki, tenaga dalam ataupun para pencari ilmu-ilmu kesaktian yang ingin mendapatkan hidayah dari Allah dan kembali pada jalan yang lurus agar ditunjukkan Allah tipu daya setan yang telah ditujukan pada kita pada saat terapi Ruqyah yang harus kita lakukan adalah :

Bertobatlah pada Allah SWT dan berniat dengan kesungguhan hati untuk meninggalkan segala hal yang telah membuat rusak akidah Islam.

Pada saat berbaring atau duduk lemaskan tubuh dengan selemas-lemasnya dan dengarkan dengan khusyuk lantunan Ayat suci Al-Qur’an karena Allah Ta’ala telah berfirman: ”Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, maka dengarkanlah baik-baik,dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat”(Al-A’raaf:204)

Perhatikan sensasi-sensasi yang terjadi pada tubuh anda. Hal-hal yang biasa terjadi pada para praktisi Reiki dan tenaga dalam maupun ilmu-ilmu sihir kesaktian pada saat terapi Ruqyah adalah sebagai berikut:

1. Keluarnya berbagai macam cahaya yang berwarna-warni dari dalam tubuh.
2. Merasakan adanya sengatan listrik atau merasa ada sesuatu yang mengalir pada bagian tubuh tertentu.
3. Merasa panas pada bagian tubuh tertentu.
4. Merasa adanya sesuatu yang berjalan atau kedutan-kedutan didalam tubuh.
5. Pada bagian tubuh tertentu seperti kepala,tangan atau kaki bergerak-gerak sendiri.
6. Pada bagian tubuh tertentu terasa mengeras,bergetar,kebas atau kesemutan terutama pada bagian tangan dan kaki.
7. Adanya suara-suara aneh dalam bathin kita yang menyiratkan ketidaksukaan karena telah diperdengarkan ayat-ayat ruqyah.
8. Perut terasa mual atau muntah.
9. Pada tingkat yang agak ekstrim terjadinya tangisan secara tiba-tiba dan terjadi gerakan-gerakan yang tak terkontrol maupun perkataan-perkataan yang tak terkontrol yang keluar dari mulut kita.

Bagi yang melaksanakan terapi Ruqyah mandiri, jika ada reaksi yang keras yang tidak dapat terkontrol akibat dari efek pembersihan yang kuat (Tazkiyafun Nafs) dari bacaan Ruqyah (karena banyaknya kotoran syaithaniyah dalam hati kita) atau adanya efek penyembuhan yang keras dari banyaknya penyakit fisik yang ada pada diri kita (bisa menimbulkan efek memuntahkan penyakit keluar melalui mulut, terjadi efek rasa sakit, keram pada bagian tubuh yang menderita suatu penyakit dan lain sebagainya) maka sebaiknya anda hentikan dahulu ruqyah. Anda bisa kembali melanjutkan Terapi Ruqyah mandiri dirumah dengan ditemani teman atau saudara atau anda bisa mengkonsultasikan terlebih dahulu dengan mu’alij (seorang peruqyah)
Sumber:
Doa dan Wirid, Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawaz
Doa doa Ruqyah ,Dr.Khalid bin Abdurrahman al-Jarisi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

silahkan tulis pesan di sini